Tampilkan postingan dengan label Andreas Sukory Wahyudi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Andreas Sukory Wahyudi. Tampilkan semua postingan

Jumat, 10 Juni 2016

Kebebasan dan Tanggung Jawab

Literasi media adalah hal yang sangat penting terutama di era digital seperti saat ini yang memiliki perputaran informasi sangat cepat. Berita nasional di Indonesia sendiri memiliki perputaran yang sangat cepat karena adanya media online. Salah satu berita yang menjadi sorotan dan headline di beberapa media adalah tentang maraknya lambang palu arit yang sering dikaitkan dengan partai komunis yang memiliki catatan hitam di Indonesia. Namun ternyata dibalik itu semua, beberapa masyarakat terutama generasi Y dan generasi Z belum tidak terlalu paham mengenai pemberitaan tersebut. Mereka hanya mengikuti tren tanpa mengetahui sejarah dibalik headline dari media- media di Indonesia.

Melihat kenyataan tersebut, munculah pertanyaan, sudah sejauh mana literasi media diterapkan di Indonesia? Dan apa hubungannya dengan kebebasan berekspresi?Media membantu masyarakat untuk bisa mendapatkan informasi, akan tetapi hal tersebut juga dapat memperngaruhi pembentukan opini pada masyarakat. Informasi tidak pernah bersifat netral pada semua aspek, dalam kata lain sudah mengandung suatu persepsi dari berbagai belah pihak. Informasi dapat dikatakan sebagai hasil dari kebebasan berekspresi yang dipengaruhi oleh beberapa visi.

  • Menurut Gutterez dan Hottmann, literasi media adalah kegiatan meningkatkan pemahaman siswa dalam memahami dan menikmati media. Memfasilitasi caranya memahami media, memahami terbentuknya media, dan memahami media mengonstruksikan kenyataan.
  • Idealnya literasi media diberikan secara formal lewat pembelajaran di kelas, namun sebenarnya literasi media bisa dilakukan secara non- formal terlebih dahulu lewat fase pertama dalam hirarki sosial manusia. Literasi media seorang individu pertama kali harusnya diberikan oleh keluarga, setelah itu diteruskan oleh pihak kedua yaitu sekolah dan perguruan tinggi (pendidikan), dan yang terakhir literasi media harus disadari oleh individu itu sendiri. Selain pendidikan formal, pemerintah yang berkuasa suatu negara harusnya ikut membangun kemelekan media tersebut. Pemerintah bisa menggunakan ruang publik untuk membentuk kesadaran masyarakat terkait kemelekan media. Pemerintah dapat membentuk pandangan warga negaranya agar mampu mengonsumsi media yang sesuai dengan kebutuhannnya.
  • Keberhasilan literasi media, tidak lepas dari faktor- faktor di dalam suatu negara. Ada 3 faktor yang memengaruhi penerapan literasi media, berikut penjelasannya:

1.       Budaya

Bagi negara yang memiliki budaya demokrasi dan mendukung kebebasan, literasi akan lebih mudah dilakukan bila dibandingkan dengan negara yang memiliki pemerintahan tangan besi dan mengekang kebebasan bagi warganegaranya.

2.       Kebebasan berekspresi

Semakin tinggi tingkat kebebasan suatu negara dalam meberikan ruang bagi warganya untuk berekspresi maka semakin berhasil juga program melek media dalam dilaksanakan.

3.       Aktivitas penduduk

Jika penduduk memiliki tingkat pendidikan yang baik dan memiliki peran aktif dalam mendukung berlangsungnya sebuah Negara maka literasi media akan sangat berhasil dilakukan di negara tersebut.

Strategi dan Propaganda

Media sudah menjadi makanan publik setiap harinya. Banyak terdapat konten yang dibutuhkan masyarakat, banyak pula konten yang mengandung kontraversi. Disini media memegang kuasa penuh terhadap apa yang disaksikian oleh masyarakat. Strategi media merupakan solusi perencanaan yang dilakukan suatu media, yang  meliputi proses penyusunan, rencana, penjadwalan yang menunjukan bagaimana waktu dan ruang periklanan akan mencapai tujuan pemasaran. Media seringkali memiliki cara yang untuk membuat publiknya tidak mengetahui kejadian apa yang sebenarnnya terjadi, 


Kesadaran palsu merupakan sebuah konsep yang berasal dari teori Marxis dari kelas sosial yang menawarkan teori tujuan kelas. Konsep ini mengacu pada keliru sistematis hubungan sosial yang dominan dalam kesadaran kelas bawahan. Kalangan kelas bawah menderita kesadaran palsu dalam representasi mental mereka dari hubungan sosial di sekitar mereka secara sistematis menyembunyikan atau mengaburkan realitas subordinasi, eksploitasi, dan dominasi mereka hubungan mewujudkan, terkait mistifikasi, ideologi, dan fetisisme.

Pornografi adalah gambaran tingkah laku secara erotis, baik dengan gambar, tulisan, suara, reklame, iklan, maupun ucapan, baik melalui media cetak maupun elektronik yang dapat membangkitkan nafsu birahi.

Propaganda adalah usaha dengan sengaja dan sistematis, untuk membentuk persepsi, memanipulasi pikiran, dan mengarahkan kelakuan untuk mendapatkan reaksi yang diinginkan penyebar propaganda. Tujuannya adalah untuk mengubah pikiran kognitif narasi subjek dalam kelompok sasaran untuk kepentingan tertentu.

Jenis propaganda :

·        White propaganda sejenis ketepatan cerita atau berita yang ingin disampaikan. Propaganda jenis ini kebiasaannya akan melalui saluran yang dimonopoli oleh pihak pemerintah.

·        Black Propaganda adalah propaganda tersembunyi. Propaganda ini memberikan sumber informasi yang salah atau tidak tepat. Penyebar propaganda ini juga akan menyebarkan informasi palsu dan akan memberi kesan buruk kepada orang atau negara yang dituduh itu.

·        Grey Propaganda pula atau dengan kata lain sebagai propaganda ‘kelabu atau kabur’ adalah jenis propaganda yang kurang tepat tentang informasi atau berita yang disebarkan. Propaganda jenis ini biasanya tidak diketahui penyebar yang menyebarkan informasi tersebut.

·        Ratio Propaganda adalah sejenis propaganda yang positif. Propaganda jenis ini lebih menjurus ke arah perpaduan dan mencipta nama yang baik.

Privasi dan kerahasiaan

Privasi dapat diartikan sebagai hal pribadi yang dimiliki seseorang dan tidak boleh diketahui oleh pihak mana pun ( pribadi). Tetapi, menurut Louis Alvin Day privasi adalah hak untuk dibiarkan atau hak untuk mangontrol publikasi yang tidak diinginkan tentang urusan personal seseorang.

Setiap orang memiliki privasi tersendiri, termasuk public figure. Privasi setiap orang juga amemiliki hak atas privasi yang dapat diartikan bagai hak dari setiap orang untuk melindungi aspek- aspek pribadi kehidupannya untuk dimasuki dan digunakan oleh orang lain.

Saat ini, kebanyakan media sudah melanggar hal privasi dalam menyajikan beritanya. Hal ini dikarenakan semakin banyaknya persaingan dalam hal pemberitaan dan ingin menimbulkan kesan sensasional. Kehidupan para public figure pun saat ini di media sudah tidak memiliki privasi, mereka terus menerus diberitakan walaupun hal itu belum tentu benar dan sudah mengganggu privasi mereka. Hal ini lah yangbamat disayangkan, kode etik jurnalistik yang seharusnya menghargai privasi narasumber kini perlahan luntur karena semakin ketatnya persaingan.
Konfidensialitas atau kerahasiaan adalah kewajiban untuk menyembunyikan nama narasumber informasi atau informasi itu sendiri dari pihak ketiga dalam kondisi tertentu. Hal ini sama seperti menjaga privasi seseorang.
                        Konfidensialitas harus dijaga, karena:

ü  Kemampuan untuk menyimpan rahasi merupakan perwujudan otonomi individu.
ü  Setiap orang butuh ruang pribadi.
ü  Konfidensialitas membutuhkan rasa saling percaya.
ü  Konfidensialitas penting untuk mencegah tindakan menyakiti orang lain.


ü  Konfidensialitas merupakan sarana untuk mewujudkan tujuan kelompok sosial.

Media Literasi

Literasi media merupakan banyaknya pandangan dalam media yang penggunaanya untuk mengintepretasikan pesan yang diperoleh. Berita nasional di Indonesia sendiri memiliki perputaran yang sangat cepat karena adanya media online. Salah satu berita yang menjadi sorotan dan headline di beberapa media adalah tentang maraknya lambang palu arit yang sering dikaitkan dengan partai komunis yang memiliki catatan hitam di Indonesia. Namun ternyata dibalik itu semua, beberapa masyarakat terutama generasi Y dan generasi Z belum tidak terlalu paham mengenai pemberitaan tersebut. Mereka hanya mengikuti tren tanpa mengetahui sejarah dibalik headline dari media- media di Indonesia.
Melihat kenyataan tersebut, munculah pertanyaan, sudah sejauh mana literasi media diterapkan di Indonesia? Dan apa hubungannya dengan kebebasan berekspresi?
Media membantu masyarakat untuk bisa mendapatkan informasi, akan tetapi hal tersebut juga dapat memperngaruhi pembentukan opini pada masyarakat. Informasi tidak pernah bersifat netral pada semua aspek, dalam kata lain sudah mengandung suatu persepsi dari berbagai belah pihak. Informasi dapat dikatakan sebagai hasil dari kebebasan berekspresi yang dipengaruhi oleh beberapa visi.

KEBEBASAN BEREKSPRESI
          Kaitannya literasi media dan kebebasan berekspresi sangatlah erat, selain warga negara yang memiliki kebebasan berekspresi, media juga berhak berekspresi terhadap informasi- informasi yang akan disampaikannya lewat headline berita. Hal yang menjadi sorotan adalah kebebasan berekspresi media terutama di Indonesia masih dicampuri oleh kepentingan pemilik media. Jika pada masa orde baru media hanyalah corong pemerintah, saat ini kepentingan pemilik media sangat mengambil peran dalam berjalannya sebuah media.
KONSTRUKSI MEDIA
          Untuk mendukung keberhasilan literasi media, sebagai individu kita harus mengenal teori konstruksivisme yang merupakan dasar dari terbentuknya sebuah media. Berikut penjelasan mengenai konsep konstruksivisme media:
-          Media merupakan hasil konstruksi.
-          Representasi media mengonstruksi realitas
-          Pesan media berisi nilai dan ideologi media


-          Pesan media berimplikasi sosial dan politik

Media Baru dan Kebebasan Berekspresi Media Pers dan Individu

media baru adalah media baru adalah sekumpulan teknologi yang melahirkan wadah interaksi kepada pengguna. Teknologi ini mempunyai keunggulan di mana ia membenarkan interaksi kepada pengguna-penggunanya. Di sini, tentunya TV, majalah atau koran, dan juga radio tidak dapat dikatakan sebagai media baru. Yang termasuk media baru adalah jenis-jenis media komunikasi seperti misalnya mikrokomputer, telekonferensi, teleteks, video text, dan komunikasi satelit. Media ini dapat menjadi sarana pertukaran pendapat yang bebas dan melibatkan menggunanya.

Pada bidang informasi, media baru memberikan manfaat-manfaat yang tak kalah bedanya dengan bidang pendidikan. Sekarang, manusia dapat mengakses segala informasi; mulai dari informasi berita terkini, berita politik, berita ekonomi, berita kesehatan, berita lifestyle dan fashion, serta berita olahraga yang digandrungi banyak masyarakat dengan menggunakan media internet. Banyak website-website yang menyuguhkan berita-berita di atas, jadi informasi yang kita dapat juga semakin luas.

Media baru juga memiliki pengaruh yang besar dalam berbagai bidang, seperti pendidikan, bidang informasi, bisnis, dan sosial. Tapi, dengan adanya media baru ini tentunya berdampak bagi media lama yang sudah lama ada di dalam kehidupan manusia. Hal ini menimbulkan problematika yang cukup terasa bagi masyarakat Indonesia. Media lama tentunya semakin lama semakin ditinggalkan karena media lama lebih cenderung tidak praktis dibandingkan media baru. Bukan hanya itu, penggunaan internet yang belum merata di Indonesia menyebabkan beberapa bagian wilayah tertinggal akan internet. Mereka masih hidup primitif dan tidak pernah mengenal apa itu media baru. Berberapa hal dapat memicu permasalahan seperti hatespeech, jika terlalu sering mengumbar perasaannya. Oleh karena itu, penggunaan media sosial harus bisa bertanggung jawab.ung jawab.

Senin, 11 April 2016

KOMUNIKASI SEBAGAI PROSES SIMBOLIS

Asumsi pokok simbolis interaksionisme
  1. Individu dilahirkan tanpa punya konsep diri. Konsep diri dibentuk dan berkembang melalui komunikasi dan interaksi sosial.
  2. Konsep diri terbentuk ketika seseorang bereaksi terhadap orang lain dan melalui persepsi atas perilaku tersebut.
  3. Konsep diri setelah mengalami perubahan menjadi motif dasar dari tingkah laku.
  4. Manusia adalah makhluk yang unik karena kemampuannya menggunakan dan mengembangkan simbol untuk kerperluan hidupnya
  5. Manusia beraksi terhadap segala sesuatu tergantung bagaimana ia mendefinisikan sesuatu tersebut.
  6. Makna merupakan kesepakatan bersama di lingkungan sosial sebagai hasil interaksi.
    Menurut George Herbert Mead tindakan sosial adalah suatu sumbu konsep payung yang mana hampir semua psikologis lain dan proses sosial jatuh. Suatu tindakan sosial melibatkan 3 satuan hubungan bagian yakni, suatu awal mengisyaratkan dari seseorang, suatu tanggapan untuk isyarat itu oleh yang lain, dan suatu hasil. Hasil menjadi maksud komunikator untuk tindakan.
Jalaludin Rakhmat mengatakan bahwa kelompok bisa dibagi berdasarkan karakteristik komunikasinya.
  1. Kualitas komunikasi pada kelompok primer bersifat dalam dan meluas.
  2. Komunikasi pada kelompok primer bersifat personal, sedangkan kelompok sekunder nonpersonal
  3. Komunikasi kelompok primer lebih menekankan aspek hubungan daripada aspek isi, sedangkan kelompok primer adalah sebaliknya.
  4. Komunikasi kelompok primer cenderung, eskpresif, sedangkan kelompok sekunder instrumental.
  5. Komunikasi kelompok primer cenderung informal, sedangkan sekunder formal.


Istilah pokok teori simbolis interaksionisme
  1. Indentitas, pemaknaan diri dalam suatu pengambilan peran. Bagaimana kita memaknai diri kita itulah progres pembentukan identitas, yang kemudian disinergikan dengan lingkungan sosial.
  2. Bahasa, suatu sistem simbol yang digunakan bersama diantara anggota kelompok sosial. Bahasa digunakan sebagai alat komunikasi dan representasi.
  3. Cara melihat diri, gambaran mental sebagai hasil dari mengambil peran orang lain.
  4. Makna, tujuan dan atribut bagi sesuatu. Makna ditentukan oleh bagaimana kita merespon dan menggunakannya.
  5. Pikiran, proses mental yang terdiri dari diri, interaksi dan refleksi, berdasarkan simbol sosial yang didapat.
  6. Bermain peran, kemampuan untuk melihat diri seseorang sebagai objek, sehingga diperoleh gambaran bagaimana dia lain melihat orang lain tersebut.
  7. Konsep diri

TEMA POKOK DALAM ETIKA DAN FILSAFAT KOMUNIKASI

    Hakikat komunikasi adalah proses ekspresi antarmanusia, setiap manusia mempunya kepentingan untuk menyampaikan pkiran atau perasaan yang dipunyai. Dalam kehidupan manusia diperlukan pemahaman yang mendalam atas semua hal termasuk proses komunikasi. Proses komunikasi adalah aktivitas yang diperlukan untuk mengadakan dan melakukan tindakan komunikatif, baik yang dilakukan oleh komunikator, komunikan atau aktivitas penyampaian pesan, noise yang bisa saja terjadi dalam setiap tindakan komunikatid dan lainnya.
    
    Manusia merupakan makhluk yang berakal budi. Dijelaskan oleh Prof. Onong bahwa manusia memiliki 3 jiwa. Anima avegatatuva/roh vegetatif(tumbuh-tumbuhan) fungsinya makan, tumbuh, dan berkembang biak. Anima sensitiva(binatang punya perasaan, naluri, dna nafsu) mampu mengamati, bergerak dan bertindak. Anima intelektiva(roh intelek yang dimiliki manusia) berpikir dan berkehendak, punya kesadaran.Aliran eksistensialisme menentang aliran materialisme, menurut ajaran eksistensialisme manusia bukan saja berada di dunia, tetapi juga menghadapi dunia dan benda lain di dunia, dan untuk bisa menghadapi maka harus mengerti arti dari benda tersebut. Sedangkan materialisme lebih mengajarkan bahwa manusia hanyalah benda.

    Ethos, Pathos dan Logos menjadi konteks komunikasi retorika namun masih relevan dalam konteks komunikasi efektif terutama untuk menjadi komunikator andal. Ethos adalah sumber keeprcayaan yang ditunjukkan oleh seorang komunikator bahwa ia memang pakar dalam bidangnya, karena dia ahli maka ia dapat dipercaya. Pathos adalah tampilan emosi, komunikator harus pas memunculkan semangat dan gairah berkomunikasi. Logos adalah argumentasi komunikasi harus masuk akal.
Komunikasi humanistik menurut Prof. Onong adalah diri seseorang yang unik dan otonom, dengan proses mental mencari informasi secara aktif, yang sadar akan dirinya dan keterlibatannya dengan masyarakat, memiliki kebebasan memilih, dan bertanggung jawab terhadap perilaku yang diakibatkan. Seorang komunikator humanistik memiliki 4 ciri yaitu, berpribadi, unik, aktif, dan sadar diri dan keterlibatan sosial.

HAKIKAT FILSAFAT KOMUNIKASI

        Proses komunikasi dapat dilihat dari dua perspektif, yaitu perspektif psikologis dan mekanis. Perspektif psikologis memperlihatkan bahwa komunikasi adalah aktivitas psikologi sosial yang melibatkan komunikator, komunikan, isi pesan, lambang dan lainnya. Sedangkan perspektif mekanis  memperlihatkan proses komunikasi adalah aktivitas mekanik yang dilakukan oleh komunikator. Dari proses komunikasi yang begitu kompleks dan tidak sederhana tersebut, refleksi diperlukan untuk dapat perspektif yang lebih luas. Menurut Prof Onong Uchjana Effendi, filsafat komunikasi adalah suatu disiplin yang menelaah pemahaman secara lebih mendalam, fundamental, metodologis, sistematis, analitis dan kritis.

      Pemikiran Ricard L. Laningan. secara khusus membahasa analisis filosofis atau proses komunikasi. Filsafat dalam displin ilmu komunikasi biasanya meletakkan titik refeleksinya pada pertanyaan-pertanyaan :


  1. Apa yang aku ketahui? ( masalah ontologi atau metafisika )
  2. Bagaimana Aku mengetahuinya? ( masalah epistimologi )
  3. Apakah aku yakin? ( masalah aksiologi )
  4. Apakah aku benar? ( masalah logika )

MENGAPA PERLU ETIKA KOMUNIKASI?

Informasi yang benar mencerahkan kehidupan. Membantu menjernihkan pertimbangan untuk bisa mengembil keputusan yang tepat.

Media merubah intergrasi social, reproduksi budaya dan partisipiasi polotik. Integrasi social menghadapi kendala dalam bentuk individualisme indivisual, individu semacam ini cenderung memuja kultus masa kini. Menurut Lipovetsky, tuntunan pengakuan ini tidak dapat dilepas dari demokrasi individualis massa. Rasionalisme instrumental sangat mewarnai media massa. Dengan mengutip McLuhan, Baudrillanrd membenarkan proses serti itu: “medium adalah pesan itu sendiri”. Ia menegaskan bahwa “informasi melahap isinya sendiri.  Ia melahap komunikasi dan yang social karena dua hal: pertama, alih – alih mengomunikasikan, informasi menghabiskan tenaganya untuk presentasi komunikasi. Kedua di balik presentasi komunikasi yang menguras tenaga berlebihan itu, media massa, informasi melanjutkan destruksi social.

Ada tiga petimbangan Etika komunikasi mendesak :

  1. Media mempunyai kekuasaan dan efek yang dahsyat terhadap publik. Padahal media mudah memanipulasi dan mengaleniasi audiens. Etika komuniaksi mau melindungi public yang lemas.
  2. Etika komunikasi merupakan upaya untuk menjaga keseimbangan antara kebabasan berekspresi dan tanggung jawab. Jangan sampai semua bentuk kritik terhadap media langsung dimasukkan ke dalam stigma pembatasan atau pengebirian kebebasanpers. Jadi, tujuannya justru untuk masa depan pers sendiri dengan menagih tanggung jawab Negara
  3.   Mencoba menghindari sedapat mungkin dampak negative dari logika instrumental. Logika ini cenderung mengabaikan nilai dan makna, yang paling penting hanyalah mempertahankan kredibilitas pers di depan public.

Senin, 28 Maret 2016

KENYATAAN SEBENARNYA DAN KESAN SEPINTAS

            Kesan merupakan salah satu yang paling mempengaruhi penilaian kita terhadap seseorang tepat saat kita melihat orang tersebut. Kesan dapat menorehkan persepsi kita dalam menilai dan menangggapi sesuatu. Misalnya, kesan pertama kali saat melihat seseorang dengan rambut acak-acakan seperti tidak disisir dan orang yang berdandan akan berbeda. Terhadap orang yang pertama kita akan memberikan kesan bahwa dia merupakan seseorang yang tidak pandai mengurus dirinya dan tidak peduli dengan penampilannya saat dilihat orang lain. Sedangkan, kesan terhadap orang yang suka berdandan dengan pakaian rapih akan sebaliknya.

       Persepsi selanjutnya berdasarkan kesan pertama kita terhadap seseorang akan menimbulan pandangan secara apriori atau rasionalisme sehingga gambaran kita terhadap orang tersebut tidak akan berubahan. Gambaran orang tersebut akan berubah, jika cara pandang kita juga ikut berubah.
Pentingnya kesan bagi kehidupan adalah suatu yang krusial. Penciptaan kesan membawa kita kepada seberapa besar keinginan kita untuk dianggap baik oleh orang lain.

       Kesan dengan unsur kepentingan juga dapat menjadi masalah. Misalnya, terhadap seorang pejabat negeri yang terlihat di televisi baru saja berhasil membangun proyek yang lama tertinggal, kesan pertama kita akan memandang bahwa pejabat tersebut adalah orang hebat. Kemudian, kita akan membangga-banggakannya di depan orang banyak, melalui media-media tertentu, mengabaikan persoalan kevalidan data yang didapatkan tersebut.

           Mengapa sebuah kesan sangat penting dalam kehidupan? Kesan diperlukan untuk memberikan suatu gambaran tertentu agar kiranya itulah motif dasar untuk bisa mendapatkan keuntungan dan bahkan untuk itu kalau perlu diciptakan kesan sepintas yang bisa mendukung kepentingan tersebut.
Kesan belum menjadi penentu sebuah kenyataan. Jangan hanya berhenti pada kesan, jangan hanya puas pada hipotesa. Kalau seseorang hanya berpegang teguh dan mengandalkan sebuah kesan, apalagi kesan sekilas. Oleh karena itu, kesan dan kenyataan perlu diimbangi agar  memiliki hipotesa sebagai titik dalam usaha mengamati realitas. Untuk iyu terhadap sebuah kesan yang kita dapatkan pun kita harus perlu hati-hati dan secara sehat berpikir sehingga muncul juga sikap kritis.

Ilmu Pengetahuan dalam Perspektif Ontologis

     Ontologi merupakan salah satu kajian filosofis yang paling kuno oleh para filsuf Yunani. Studi tersebut membahas keberadaan sesuatu yang bersifat konkret. Tokoh Yunani yang memiliki pandangan yang bersifat Ontologis adalah Thales, Plato, dan Aristoteles. Thales dikenal karena ia berpikir sampai kepada kesimpulan bahwa air merupakan substansi terdalam yang merupakan asal mula dari segala sesuatu. Namun, yang lebih penting ialah pendiriannya bahwa mungkin segala segala sesuatu itu berasal dari satu substansi belaka, sehingga sesuatu itu tidak bisa dianggap ada berdiri sendiri.

     Meninggalkan mitos, penggunaan akal sehat digunakan dengan frekuensi yang cukup banyak. Melalui bahasa natural, pemikiran manusia mengenai realitas dikembangkan secara spekulatif dan universal sehingga tercipta ilmu pengetahuan teoritis atau metafisika. Namun, refleksi manusia kini berkembang  meninggalkan cara metafisis dalam ilmu alam. Bahasa natural dianggap menjadi bahasa abstrak. Perkembangan dari filsafat pertama yang menggunakan bahasa natural sampai filsafat alam dengan bahasa formal bertujuan sama, yaitu untuk memahami hakikat realitas dengan akal budi dan bersifat universal.


     Ilmu pengetahuan yang berbicara tentang kenyataan disebut ontologi. Pernyataan mengenai apakah kenyataan itu dapat diketahui dan dipelajari oleh epistemologi. Ilmu pengetahun yang mempelajari perbuatan manusia berdasarkan pengetahuannya disebut aksiologi. Sebagai ilmu pengetahuan, ontologi, epistemologi, dan aksiologi berusaha untuk menjawab pernyataan benar atau salah.

         Konteks metafisika sendiri adalah pencarian pengetahuan murni sebagai pengetahuan yang sejati, berarti pengetahuan tunggal yang tidak berubah-ubah. Plato beranggapan bahwa pengetahuan tersebut adalah pengetahuan yang paling ideal. Descrates mengatakan itu merupakan pengetahuan rasional. Kant menyebutnya apriori. Ketiganya menekankan pada hakikat realitas yang mengingat kembali ide-ide yang menjadi apriori dalam suatu rasio. Cabang metafisika menekankan pada pengetahuan manusia dari sudut pandang universal dan transhistoris. .




ZAMAN YUNANI KUNO HINGGA AWAL ABAD XX

         Filsafat adalah upaya mencari kebijaksanaan yang mampu mencerahi pengalaman manusia, agar bisa menempatkan diri dan memainkan perannya secara tepat di dalam seluruh kompleksitas pengalaman.
Sementara pada Zaman Yunani Kuno, peran filsafat memonopoli pemahaman mengenai pengetahuan sejati. Abad pertengahan menyajikan teolog sebagai “rival” utama filsafat. Meskipun filsafat sebenarnya tetap pada jalur upayanya mencari kesatuan didalam gejala yang beraneka ragam, dan sebenarnya filsafat pun tidak bisa dijauhkan dari teolog karena tetap ada causa paling atas yaitu Allah, pencipta segalanya. Bahkan hampir seluruh filsuf di abad pertengahan adalah seorang teolog.

      Peran filsafat pada zaman itu, adalah untuk memonopoli pemahaman mengenai pengetahuan sejati, Abad pertengahan yang menyajikan teologi sebagai musuh utama filsafat. Namun, sampai sekarang tema teologi selalu disinggung dalam pembahasan filsafat. Bahkan ciri khas Abad Pertengahan adalah hampir semua filsuf adalah para teolog. Hal tersebut tidak membatasi para filsuf untuk berpikir kritis dan menghasilkan pemikiran orisinal.

        Filsafat modern lebih memusatkan perhatiannya pada permasalahan-permasalahan epistemologi, filsafat kontemporer, lebih-lebih di negara-negara berbahasa Inggris, memfokuskan perhatiannya pada filsafat analitik, khusus pada permasalahan-permasalahan linguistik logis.

       Fokus perhatian dari teologi digeser menjadi pemusatan manusia dengan budinya yang dijadikan penentu pengalaman. Studinya berkembang pesat di masa Renaissance, sains berkembang melalui gerakan saistifik Renaissance.


FILSAFAT ILMU PENGETAHUAN

Pengetahuan adalah keseluruhan pemikiran, gagasan dan pemahaman yang dimiliki manusia tentang dunia dan segela isinya, termasuk manusia dan kehidupannya. Sebelum ilmu pengetahuan dan filsafat berkembang, lebih dulu ada mitos dan pengetahuan pra-ilmiah sebagai jawaban atas berbagai masalah yang dihadapi manusia.

Tujuan lain dari ilmu pengetahuan yaitu deskripsi/pemaparan, retrodiksi, prediksi, dan kontrol. Ciri ilmu pengehatuan / penegtahuan ilmiah menurut Van Melsen sebagai metodis, memiliki sistem, universal, objektif / intersubjektif, progresif, dapat di gunakan, tampa pamrih. Dalam dunia ilmu pengetahuan ada dua model penalaran yang dominan yaitu, induktif dan deduktif. Penalaran induktif penarikan kesimpulan yang bertolak dari sejumlah dara. Deduktif adalah penelaran yang bertolak dari hal-hal umum, lantas menarik kesimpulan. Metodologi adalah ilmu yang membahas tentang berbagai macam metode yang digunakan untuk menemukan teori atau kesimpulan dalam berbagai bidang ilmu pengetahuan alam, biologi, sosiologi, psikologi, politik, sejarah, sastra dan lain lain. Terkait dengan filsafat ilmu pengetahuan dapat di kelompokkan pada. Filsafat ilmu pengetahuan umum dan khusus.
    Istilah-istilah penting dalam filsafat ilmu pengetahuan:

1.       Fakta
2.       Konsep
3.       Definisi konseptual dan operasional
4.       Postulat
5.       Asumsi
6.       Hipotesis
7.       Teori

Metode ilmiah dan asumsi-asumsi ilmiah menurut Soberg dan Nett antara lain. Ada perisiwa atau fenomena yang terjadi berilang kembali atau peristiwa yang mengikuti alur tertentu, ada keyakinan bahwa ilmu pengetahuan adalah lebih utama dari kebodohan, ada keyakinan bahwa pengalaman memberikan dasar yang dapat dipercaya bagi kebenaran ilmu pengetahuan, ada tatanan kausalitas dalam fenomena alam dan fenomena sosial dan manusia.





EPISTIMOLOGI

Epistimologi pertama kali digunakan oleh J.F Ferrier pada tahun 1854 untuk membedakannya dengan cabang filsafat lainnya yaitu Ontology (Hunnex, 1986: 3) . Secara kebahasaan (etimologi) , istilah epistimologi berasal dari bahasa Yunani yakni episteme dan logos, jika kata yang dsibukan pertama berarti pengetahuan (knowladge), maka kata belakangan disebutkan ilmu atau teori (theory) . Epistimologi daar dimengertikan sebagai teori pengetahuan.

Sumber Pengetahuan.


  1. Percepction adalah tanggapan indrawi tergadap fenomena alam ( Empiri )
  2. Memory pengalaman baik langsung atau tidak langsung harus didukung oleh ingatan agar hasil pengalaman hasil pengalaman dapat disusun secara sistematis dan logis ( menjadi pengetahuan)
  3. Reason akal diterima sebagai salah satu ilmu pengetahuan. Penalaran adalah proses yang harus dilalui dalam menarik kesimpulan.
  4. Intropection merupakan sumber pengetahuan dimana manusia melihat ke dalam dirinya sendiri.
  5. Intuition adalah tenaga rohani, suatu kemampuan yang mengatasi rasio, kemampuan untuk menyimpulkan serta memahami secara mendalam.
  6. Authority mengacu pada individu atau kelompok yang dianggap memiliki pengetahuan sahih dan memiliki legitimasi sebagai sumber pengetahuan.
  7. Precognision kemampuan untuk mengetahui sesuatu peristiwa yang akan terjadi.
  8. Clairvoyance adalah kemampuan mempresepsikan peristiwa tanpa menggunakan indra.
  9. Telepathy adalah kemampuan berkomunikasi menggunakan suara atau tanpa nenggunakan bentuk simbolik lain, namun hanya dengan menggunakan kemampuan mental.

Mode-Model Penalaran

1. Induksi proses penalaran lalu penarikan kesimpulan di mana benar tidaknya tesis ditentukan oleh pengalaman.

2. Deduksi peroses penalaran yang bertolak dari generalisasi (hal umum) lalu dirumuskan kesimpulan yang lebih khusus.

3. Abduksi sebuah pembuktian berdasarkan silogisme,

4. Dialektika menggunakan metode dialog,


PENGENALAN SINGKAT FILSAFAT

Filsafat berasal dari bahasa Yunani kuno yakni Philosiphia dan Philosophos berarti orang yang cinta pada kebijaksanaan atau cinta pada pengetahuan. Pythagoras yang menggunakan istilah istilah filsafat pertama kali pada abad-6 sebelum masehi. Dalam filsafat, kegiatan mencintai pengetahuan/kebijaksanaan itu dilakukan dengan mempertanyakan sesuatu secara dasar dan menyeluruh. Sebagai upaya terus menerus memperolah kebenaran dan pengetahuan. Filsafat identik dengan mempertanyakan segala sesuatu yang secara kritis dan mendasar.

Contoh : mengapa benda ini disebut penghapus? , apakah yang akan kita makan hati ini? , apakah manusia sama dengan alam atau tidak?

Beberapa pengertian yang dapat digunakan untuk memahami apa itu filsafat :

  1.   Filsafat sebagai upaya spekulatif dalam menyajikan suatu pandangan sistematik serta lengkap tentang seluruh realitas, Herbert Spencer, misalnya, menyatakan filsafat sebagai " a completely unfied knowledge".
  2.  Filsafat sebagai upaya untuk melukiskan hakikat realitas paling akhir serta paling dasar yang diakui sebagai satu hal yang nyata.
  3. Filsafat sebagai upaya untuk menentukan batas - batas dan jangkauan pengetahuan, hakikat pengetahuan, keabsahan serta nilai - nilainya.
  4.  Filsafat sebagai hasil suatu penelitian kritis atas pengandaian - pengandaian dan pernyataan - pernyataan yang diajukan dari berbagai bidang ilmu pengetahuan
  5. Filsafat sebagai disiplin ilmu yang berupaya untuk membantu kita untuk menyatakan apa yang kita katakan dan mengatakan apa yang kita lihat.