Rabu, 15 Juni 2016

MEDIA BARU



MEDIA BARU DAN KEBEBASAN DALAM BEREKPRESI DALAM MEDIA/PERS



Manfaat media baru dalam dunia pendidikan tentunya dapat menjadi sarana pembelajaran dan saling bertukar informasi secara bebas.  Apalagi, sekarang sudah ada sistem E-learning.  Apa itu E-learning? E-learning adalah sebuah program belajar dan mengajar di mana kita tidak perlu bersusah payah dalam mencari indormasi karena E-learning menggunakan internet. Kita mempelajari berbagai pelajaran tanpa menggunakan textbook dan dapat melihat contoh-contoh riilnya dengan mencari di internet. Buku-buku pendidikan sekarang juga dapat diunduh secara digital, dan dengan begitu kita tidak perlu lagi membuang-buang kertas.
       Pada bidang informasi, media baru memberikan manfaat-manfaat yang tak kalah bedanya dengan bidang pendidikan. Sekarang, manusia dapat mengakses segala informasi; mulai dari informasi berita terkini, berita politik, berita ekonomi, berita kesehatan, berita lifestyle dan fashion, serta berita olahraga yang digandrungi banyak masyarakat dengan menggunakan media internet. Banyak website-website yang menyuguhkan berita-berita di atas, jadi informasi yang kita dapat juga semakin luas.
        Di bidang bisnis tak kalah menarik manfaatnya dengan bidang-bidang lainnya. Coba lihat berapa banyak online shop yang bertebaran di media sosial yang Anda miliki? Banyak bukan? Ini lah salah satu manfaatnya. Media baru dimanfaatkan manusia untuk membawa jenjang perbisnisan ke ranah yang lebih modern. Kita semakin dipermudah dengan adanya online shop ini. Apalagi sekarang ada yang namanya Tokobagus.com atau Berniaga.com yang menawarkan sistem jual-beli yang mudah diakses masyarakat Indonesia. Dengan begitu, media baru dapat membawa perekonomian Indonesia menuju arah yang lebih baik lagi karena banyak masyarakat yang terjun ke dalam dunia bisnis ini. Kita tidak perlu bertatap muka, tidak perlu keluar rumah, tidak perlu bersusah payah menenteng belanjaan-belanjaan yang kita beli sekarang karena sudah adanya online shop yang terus berkembang. Dan yang terakhir yang akan saya jelaskan mengenai manfaat media baru bagi kehidupan manusia adalah manfaat pada bidang sosial. Mendengar kata sosial itu sendiri, kita pasti langsung berpikir ke arah media sosial yang kini bertebaran di ranah internet. Mulai dari Facebook, Twitter, Path, Instagram, dan yang lainnya. Dengan media ini, kita dapat bersosialisasi dengan kerabat dekat dan dapat pula menjalin silahturahmi dengan kerabat jauh kita. Media baru juga dapat menjadi sarana-sarana penghibur bagi manusia. Adanya Youtube, 9gag.com, dan lain-lainnya kita dapat memperoleh berbagai hiburan tanpa harus beranjak dari posisi kita. Tapi, dengan adanya media baru ini tentunya berdampak bagi media lama yang sudah lama ada di dalam kehidupan manusia. Hal ini menimbulkan problematika yang cukup terasa bagi masyarakat Indonesia. Media lama tentunya semakin lama semakin ditinggalkan karena media lama lebih cenderung tidak praktis dibandingkan media baru. Bukan hanya itu, penggunaan internet yang belum merata di Indonesia menyebabkan beberapa bagian wilayah tertinggal akan internet. Mereka masih hidup primitif dan tidak pernah mengenal apa itu media baru.
Contoh kasusnya adalah perdebatan mengenai Ujian Nasional online. Seperti yang kita tahu, wacana untuk merubah Ujian Nasional yang sebelumnya tertulis atau manual menjadi menggunakan sistem online. Perubahan yang awalnya diyakini dapat memperbaiki sistem pendidikan ini nyatanya belum juga terlaksana sampai sekarang. Lagi-lagi problematika tentang belum meratanya penyebaran Internet menjadi alasan yang sampai saat ini menghambat pelaksanaan wacana tersebut. Pasalnya, jika tetap dilakukan Ujian Nasional online, maka pelajar di daerah-daerah yang belum mengenal media baru akan sulit untuk mengikutinya.

Bukan hanya kasus mengenai wacana Ujian Nasional online, bagi dunia pers adanya media baru juga menimbulkan sebuah problematika. Pasalnya dengan adanya media baru, semua orang bisa menjadi sumber berita, sehingga pers bukan menjadi satu-satunya sumber berita bagi masyarakat. hal ini menyebabkan masyarakat menjadi lebih kritis dan tidak bisa dipengaruhi oleh pers. karena informasi yang mereka butuhkan dapat tersedia dari berbagai macam sumber. Kebebasan berekspresi masing-masing individu dalam menyampaikan sebuah informasi, menyebabkan dunia Pers harus bekerja lebih keras lagi agar tetap diminati dan dipercaya oleh masyarakat.

MEDIA PALSU


MENIPULASI MEDIA DAN KESADARAN ATAS KEPALSUAN, PORNOGRAFI DAN KEKERASAN DALAM MEDIA



A.   Pornografi
            Dalam media dapat ditemukan mulai dari iklan hingga program. Banyak unsur-unsur yang muncul walaupun tidak terlalu terlihat, biasanya diwakili dengan sisipan-sisipan yang memiliki unsur ambiguitas. Dalam konten program terutama TV, unsur pornografi tidak lagi memiliki alur cerita. Dalam pornografi, cerita yang ada tidak lagi diharuskan memiliki latar belakang sesungguhnya. Kisah-kisah buatan yang dilengkapi tokoh palsu tanpa identitas dan sejarah menjadi subjeknya.
            Dengan pornografi, dorongan munculnya manipulasi realitas mulai muncul. Walaupun cerita dan tokoh hasil manipulasi dan hanya dijadikan materi. Depersonilasi adalah dampak yang dibawa dari paparan konten pornografi. Hilangnya perasaan bahwa tubuh kita adalah bagian dari diri kita, bisa terjadi akibat teus menerus mengkonsumsi pornografi. Individu tersebut akan merasa memiliki perasaan hidup dalam film atau konten-konten media yang seakan-akan sudah mewakili dan menggambarkan seperti apa realitas. Sehingga, penonton hanya akan mengkonnsumsi program berisi konten pornogradi untuk memuaskan dorongan seksual.

B.   Erotisme
            Erotisme berbeda dengan pronografi. Dalam erotisme bentuk yang ditekankan adalam imajinasi dan sugesti. Pengungkapan hasrat lebih diungkapkan lewat kata-kata dan simbol, tidak terlalu menggunakan bahasa visual seperti pengungkapan bagian-bagian tubuh tertentu. Erotisme berada di batas ambiguitas. Erotisme dapat mengatakan semua dengan cara tersembunyi. Karya-karya erotisme cukup berisikop mengandung konten pornografi.

C.    Kekerasan dalam Media/Pers
            Definisi dari kekerasan dapat diartikan sebagai tindakan yang mendasari pada kekuatan untuk memaksa pihak lain tanpa peretujuan. Biasanya mengandung unsur dominasi dalam bentuk fisik, verbal, non verbal, moral, psikologis, atau bahkan dalam bentuk visual. Dampak sasarannya bisa tertuju pada aspek psikologis yaitu cara berpikir dan bertindaknya. Tidak semua kekerasan dalam media memiliki reaksi negative berupa penolakan dan protes, namun reaksi kagum dan memikar juga bisa muncul.

            Media membuat gambar-gambar kekerasan menjadi suatu hal yang biasa. Media mengatur konten-konten tontonan agar dalam pandangan pemirsa tontonan tersebut menjadi hal biasa dan dapat dapat diterima seutuhnya. Bahaya yang ditimbulkan bisa tanpa transfer pemahaman dan perwujudan tindak kekerasan dari media ke dunia nyata.

PELAYANAN PUBLIK


MEDIA DALAM PELAYANAN PUBLIK DAN LOGIKA BERPOLITIK....

Ekonomi menjadi peranan yang cukup penting dan berpengaruh dalam komunikasi. Di jaman sekarang ini tekanan ekonomi lebih diperhatikan ketimbang tanggung jawab sosial untuk berkomunikasi. Ada tiga jenis sumber penyebab tekanan ekonomi dalam komunikasi massa. Diantaranya: Pendukung finansial (investor, pemilik, pemasang iklan, dan pelanggan),para pesaing, dan masyarakat.  Keuntungan merupakan sesuatu yang pasti dicari oleh setiap oran. Namun, kesadaran orang untuk menerapkan etika dan mengedepankan morallah yang berbeda. Ada yang tidak peduli dengan etika dan moral yang berlaku di masyarakat. Kerasnya persaingan antar pengusaha mengakibatkan, para pengusaha sudah tidak mengutamakan etika dan mengedepankan keuntungan. Seolah-olah semua berdasarkan pada money oriented. Hal ini terjadi di media besar di Indonesia. Banyak para pengusaha yang sering kali membuat siaran televisi yang tidak bermutu dan hanya berdasarkan pada share dan rating saja. Tidak jarang juga kita suka mengesampingkan kaidah jurnalistik yang ada. Padahal hal ini dapat menyebabkan masyarakat menjadi lebih bodoh dan penurunan literasi. Dari sinilah terjadi ketimpangan antara memili tanggung jawab sosial dan tekanan ekonomi. Prinsip pelayanan publik, meskipun media selalu memprioritaskan pada uang. Namun, media harus tetap menjalankan kewajibannya untuk bisa melayani publik. Hal ini berarti media tidak hanya harus tunduk pada pemerintah dan menuliskan sesuatu yang baik-baik saja pada pemerintah. Apalagi harus tunduk pada keinginan si pemilik modal. Ada tiga alasan mengapa media tidak perlu tunduk pada pemerintah dan pemilik modal yaitu media swasta butuh mempertahankan kepentingan audiens suapaya tetap menguntungkan. Harus mendapat legitimasi public untuk menghindari sanksi masyarakat. harus dipengaruhi oleh keprihatinan professional dari staf redaksi. Pelayanan public ini harus mengambil alih tanggung jawab sosial supaya tidak melulu money oriented dan kepentingan politik baik dari pemerintah maupun si pemilik modal. Di Indonesia sendiri, kita masih dapat menemukan media yang lebih kepada money oriented dan berpihak pada politik seperti: TV One yang pro kepada Kubu Prabowo pada pemilihan presiden kemarin. Padahal seharusnya stasiun televisi tidak boleh melakukan hal seperti ini. Tanggung Jawab Publik, semua media baik cetak, televisi, onine harue menyampaikan infromasi kepada  publik. Media harus menjunjung netralitas, tidak berpihak pada satu pihak saja dan menagung-agungkan mereka. media wajib memberikan informasi yang sebenar-benarnya, berdasarkan pada data faktual. kita tidak boleh menambahkan dan mengurangi data dan bersifat kesengajaan dan mencapai tujuan tertentu.


Logika Politik Media, berhubungan dengan logika.pemerintah harus membuat keputusan yang cepat. media menjadi jembatan antara pemerintah dan rakyat. Rakyat menginginkan respon yang cepat dari pemerintah terkait suatu hal. dari sinilah pemerinta sering kali mengeluarkan kebijaka yang dinilai salah oleh masyarkat. karena singkatnya waktu yang diberikan dari masyrakat kepada pemerintah. terlebih lagi tidak adanya konsul dengan pihak lain.